Selasa, 07 Agustus 2018

Aku dan Tenis Meja

Ini masih tentang perjalananku kawan.. Seorang pelajar dari Kota Intan atau Garut . Hobi saya tak berubah tetap jalan-jalan, keluyuran dan tenis meja.Saya coba tuliskan olah raga unik ini, dan sejarahnya saya bisa  akrab dengan permainan ini.
Tenis Meja, olah raga yang terlihat simpel ini adalah permainan yang berhasil dipopulerkan oleh masyarakat china. OKke.. Saya sudah terlihat cukup bodoh karena ingin menceritakan sejarahnya. Saya tidak terlalu tahu perkara asal mula Tenis Meja itu dari mana?. Namun, asumsi saya bahwa Tenis meja itu dari Meja Makan yang ada pada dapur rumah, sehingga permainan ini mungkin ditemukan oleh Ibu-ibu rumah tangga lengkap dengan sendok nasi sebagai pemukulnya.
Awal mula aku menyukai tenis meja adalah ketika Ayahku Menyuruh Latihan tennis meja bersama teman - teman saya . Aku menolaknya karena aku tidak bisa bermain, namun kemudian temanku memaksa dan berjanji akan mengajariku. Aku mengangguk. Pengalaman pertama bermain tenis meja, aku penasaran bagaiamana orang-orang bisa melakukan smash keras dengan bola yang mantul-mantul itu. Bukannya aku tidak bisa, hanya saja aku gak tega memukul bola kecil yang tidak bersalah itu. Satu minggu aku bermain tenis meja terus setiap sore, tapi permainanku tetap tidak ada perubahan.”Andai saja bolanya lebih gede sedikit, aku pasti tega mensmash-nya” 
Karir Tenis Mejaku meningkat ketika Aku dilatih oleh pelatih dari Bandung Yang bernama Pak Tantan Agustina dan berlatih di PTM(Persatuan Tenis Meja) Jati Limbangan.  Pemikiranku singkat. “Tenis meja adalah olah raga yang sangat sulit dimainkan, jika aku menguasainya pasti teman-teman pada kagum. Apalagi sedikit peminatnya, kamu pasti jadi juara.” itulah pola pikir seorang anak  yang sedang tergila-gila main tenis meja.
Foto Garnihan Ikhlasun Noorsy.
Mukaku engga sejelek pas lagi maen pingpong ya hehehe
Pernahkah kalian melihat orang yang bermain tenis meja tanpa net? Yahh!! mungkin beberapa orang gila lain sudah pernah melakukannya. Tapi Aku bermain tenis meja kapanpun ada kesempatan, saat jam kosong di sekolah kami menyusun meja-meja hingga menyerupai lapangan tenis meja, buku-buku kami susun sebagai netnya, dan kami bermain sampai bel istirahat. suatu hari kami juga bermain tenis meja dengan Bet(pemukul) dari buku, tak perduli bagaimanapun caranya, asalkan bola bisa memantul itu sudah cukup. sesekali aku memukul-mukul bola ke arah dinding di pojok kamarku, menurutku ini meningkatkan reflek. 
Latihan yang kami jalani di dua minggu pertama cukup mengenaskan. Meja dan net telah siap, namun latihan kami hanya menggunakan bet besi dan berkeliling meja mengayunkan bet seberat 1kg itu. beberapa temanku cukup bersemangat, entahlah apa yang ada di kepalanya, tapi menurutku ini sangat melelahkan.Tak ada bet selama dua minggu, tak ada bola, dan tak ada permainan. kami berlatih footwork. Setelah dua minggu kami mulai bermain dengan bola, kurasa cukup sudah membuang-buang waktu dengan mengayun-ayunkan bet besi yang berat itu, aku akan bermain. Ternyata tidak semudah yang kubayangkan, porsi latihan kami di tambah, 15 menit footwork baru kemudian kami memukul bola secara Rally(bersilang berpasangan). ini membutuhkan konsentrasi tinggi, ini dasar dari semua kemampuan tenis meja.
Setelah tiga bulan berlatih keras aku dapat menguasai permainan ini, permainan tenis meja perorangan. Banyak kemajuan yang kucapai, Aku menguasai smashchoprallyspin, dan block. beberapa pertandingan sempat aku ikuti dan memperoleh hasil yang cukup memuaskan.
Jika ditanya sekarang aku jadi atlit nasional atau tidak? Maka akan saya jawab, Saya lagi dalam proses menuju kesana . walaupun saya sekarang menyadari bahwa saingan saya berat untuk jadi atlet Nasional , tapi saya yakin saya bisa menjadi atlet Nasional , Karena saya yakin Usaha tidak akan menghianati Hasil dan semakin banyak keringat saat latihan semakin sedikit kekecewaan saat bertanding . Jadi prinsip saya adalah latihan latihan dan latihan . Sekian dan terima kasih ......